DALLAS, MATAJAMBI.COM – Pertandingan raksasa langsung tersaji pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 yang mempertemukan dua kekuatan sepak bola dari benua berbeda. Bertanding di Dallas Stadium, Amerika Serikat, duel sengit antara Timnas Belanda melawan Timnas Jepang berakhir tanpa pemenang dengan skor imbang 2-2 yang sangat dramatis.
Pertarungan sengit berlabel big match ini menyajikan tontonan kelas dunia yang menguras emosi para pendukung kedua tim. Skuad De Oranje sebenarnya sempat berada di atas angin dan dua kali memimpin berkat aksi menawan Virgil van Dijk serta Crysencio Summerville.
Namun, mental baja dan semangat pantang menyerang yang diperlihatkan armada Samurai Biru sukses mematikan kemenangan Belanda yang sudah berada di depan mata. Gol telat Daichi Kamada semenit sebelum bubaran menjadi penyelamat mukjizat bagi wakil Asia.
Hasil seri ini langsung mengubah konstelasi dan peta persaingan di Grup F Piala Dunia 2026 menjadi sangat ketat sejak awal. Belanda dan Jepang kini harus puas berbagi satu angka di papan klasemen sementara.
Di sisi lain, situasi ini menjadi angin segar bagi dua rival mereka di Grup F, Swedia dan Tunisia, yang berpeluang besar mengudeta posisi puncak jika salah satu dari mereka berhasil mengamankan kemenangan dalam laga krusial di Monterrey Stadium, Kanada.
Sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit, anak asuh Ronald Koeman langsung memperagakan permainan menyerang yang agresif dan mendominasi penguasaan bola.
Belanda bahkan nyaris membuka keunggulan kilat saat laga baru berjalan tiga menit melalui sepakan jarak dekat Donyell Malen. Beruntung bagi Jepang, kiper Zion Suzuki tampil sangat sigap di bawah mistar gawang dan berhasil memblok bola dengan sangat brilian.Gempuran bertubi-tubi Belanda terus mengalir deras ke jantung pertahanan Jepang yang dikawal ketat oleh trio bek mereka. Memasuki menit ke-34, Malen kembali menebar ancaman nyata lewat sundulan tajam setelah memanfaatkan umpan akurat dari sepak pojok Tijjani Reijnders.
Lagi-lagi, refleks luar biasa yang ditunjukkan Zion Suzuki menjadi penyelamat krusial yang membuat gawang Jepang tetap perawan.
Merasa terus ditekan, Jepang yang mengandalkan taktik serangan balik cepat mulai keluar menyerang menjelang akhir paruh pertama.
Pasukan Hajime Moriyasu sempat melancarkan beberapa serangan berbahaya lewat pergerakan Ayase Ueda, Keito Nakamura, dan Daizen Maeda, namun penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat bola masih melenceng dari gawang Bart Verbruggen. Paruh pertama pun ditutup dengan skor kacamata.
Kebuntuan yang sempat terjadi di babak pertama akhirnya pecah saat paruh kedua baru berjalan lima menit.