Fenomena ini terjadi karena adanya hubungan antara sistem pendengaran, pusat emosi di otak, dan sistem saraf otonom. Saat musik terasa sangat menyentuh, dramatis, atau emosional, tubuh dapat meresponsnya dengan sensasi merinding.Karena itu, jika Anda pernah merinding saat mendengar lagu tertentu, kondisi tersebut umumnya bukan sesuatu yang berbahaya.
Selain faktor lingkungan dan emosi, merinding juga dapat muncul sebagai efek samping dari obat-obatan tertentu.
Beberapa jenis obat yang memengaruhi sistem saraf, seperti obat antidepresan atau obat untuk gangguan neurologis, dapat memicu sensasi tubuh yang tidak biasa.
Hal ini terjadi karena obat tersebut dapat memengaruhi kerja zat kimia otak atau neurotransmiter. Akibatnya, tubuh bisa memberikan respons tertentu, termasuk rasa merinding.
Namun, efek ini tidak selalu dialami semua orang. Reaksi yang muncul bisa berbeda-beda tergantung jenis obat, dosis, dan kondisi tubuh masing-masing.
Walaupun sering kali tidak berbahaya, sering merinding tanpa sebab sebaiknya tidak selalu dianggap biasa. Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi petunjuk adanya gangguan kesehatan tertentu.Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah gangguan saraf, seperti neuropati perifer, yang dapat menimbulkan sensasi abnormal pada kulit. Selain itu, merinding juga dapat berkaitan dengan infeksi yang disertai demam, gangguan tiroid, atau ketidakseimbangan hormon.
Karena itu, Anda perlu lebih waspada jika merinding muncul berulang kali, terjadi tanpa pemicu yang jelas, atau disertai gejala lain seperti kesemutan, lemas, pusing, demam, gangguan keseimbangan, atau keluhan saraf lainnya.
Cara mengatasi merinding tiba-tiba tentu harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika merinding terjadi karena udara dingin, maka langkah paling sederhana adalah menghangatkan tubuh.
Menggunakan pakaian yang lebih tebal, memakai selimut, atau mengonsumsi minuman hangat bisa membantu tubuh kembali stabil. Saat suhu tubuh membaik, sensasi merinding biasanya akan mereda dengan sendirinya.
Jika merinding lebih sering dipicu oleh stres atau emosi, maka penting untuk menjaga kondisi mental dan emosional tetap seimbang.