Lebih lanjut, DK juga menyoroti adanya dugaan kejanggalan dalam peristiwa tersebut. Ia bahkan menyebut bahwa kejadian itu tidak terjadi secara kebetulan, melainkan diduga telah dirancang atau “diset” untuk menjatuhkan dirinya. Ia mengaku memiliki bukti rekaman yang telah diserahkan untuk mendukung pernyataannya.Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah beredar kabar adanya penggerebekan oleh seorang istri terhadap suaminya yang diduga berada bersama wanita lain di sebuah kamar kos di kawasan Telanaipura, Kota Jambi. Peristiwa tersebut dengan cepat menjadi viral dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Menanggapi polemik yang berkembang, pihak kampus UIN STS Jambi melalui rektor telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara yang bersangkutan dari aktivitas akademik. Selain itu, proses pemeriksaan etik juga tengah dilakukan untuk memastikan kebenaran dari seluruh informasi yang beredar.Hingga kini, kasus tersebut masih terus menjadi sorotan. Publik pun menantikan hasil investigasi resmi dari pihak kampus maupun proses lanjutan lainnya guna mengungkap fakta yang sebenarnya secara objektif.