Bupati mengingatkan agar seluruh pengelolaan keuangan sekolah, termasuk Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan yang berlaku.Menurutnya, setiap anggaran harus benar-benar diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas siswa, pengembangan kompetensi guru, serta kemajuan sekolah secara keseluruhan.
Sekolah tidak boleh berjalan sendiri tanpa melibatkan lingkungan sekitar. Kepala sekolah diminta menjalin komunikasi yang baik dengan komite sekolah, orang tua siswa, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi hasil dari kerja sama dan gotong royong seluruh elemen masyarakat,” ujar Bupati.
M. Syukur juga mengakui bahwa tantangan yang dihadapi para kepala sekolah tidaklah ringan, terutama bagi mereka yang bertugas di wilayah terpencil dengan keterbatasan sarana dan akses transportasi.
Namun demikian, ia menilai pengabdian di daerah pelosok justru memiliki nilai yang sangat mulia karena berperan membuka masa depan anak-anak Merangin.“Ketekunan dan pengabdian saudara di pelosok-pelosok Merangin adalah lentera yang menerangi masa depan generasi muda kita,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Bupati memastikan Pemerintah Kabupaten Merangin bersama Dinas Pendidikan akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, serta memberikan perlindungan kepada para guru dan kepala sekolah.
Sebagai bentuk timbal balik, pemerintah daerah berharap seluruh kepala sekolah yang baru dilantik mampu menunjukkan dedikasi, integritas, serta kerja keras dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Merangin.
Dengan pelantikan 237 kepala sekolah ini, Pemkab Merangin optimistis kualitas pendidikan daerah akan semakin meningkat dan mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing di masa depan.