SAROLANGUN, MATAJAMBI.COM – Pemerintah Provinsi Jambi terus mempercepat penanganan dampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Gubernur Jambi Al Haris menyerahkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Provinsi Jambi berupa beras sebanyak 10,189 ton secara simbolis kepada korban bencana di Kecamatan Bathin VIII, Pauh, Mandiangin, dan Sarolangun.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Kantor Camat Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Sabtu (13/6/2026), dan menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak bencana alam beberapa waktu lalu.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Al Haris didampingi Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah, Kepala Dinas Sosial Dukcapil Provinsi Jambi Edi Kusmiran, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jambi Bustanul Aripin.
Pada kesempatan itu, Al Haris menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Kabupaten Sarolangun yang diajukan setelah banjir besar melanda wilayah tersebut pada akhir April 2026.
Menurutnya, proses administrasi dan verifikasi yang harus dilalui menyebabkan bantuan baru dapat direalisasikan pada Juni 2026.
“Usulan bantuan disampaikan pada bulan Mei setelah banjir terjadi pada akhir April. Karena ada tahapan administrasi yang harus dipenuhi, maka bantuan baru dapat disalurkan pada bulan Juni ini,” ujar Al Haris.
Gubernur menegaskan bahwa beras yang disalurkan berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Provinsi Jambi yang memang dipersiapkan untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat, termasuk saat terjadi bencana alam.Ia menjelaskan bahwa keberadaan cadangan pangan daerah memiliki fungsi strategis dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, baik saat terjadi bencana maupun kondisi non-bencana.
“Cadangan pangan pemerintah tidak hanya diperuntukkan bagi korban bencana alam. Beras ini juga dapat digunakan untuk membantu masyarakat di daerah rawan pangan, saat terjadi gejolak harga, maupun kondisi darurat lainnya yang membutuhkan intervensi pemerintah,” jelasnya.
Selain menyerahkan bantuan, Gubernur Al Haris juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur ketahanan pangan di Kabupaten Sarolangun, termasuk keberadaan gudang penyimpanan beras milik Bulog.
Menurutnya, stok beras yang tersedia di gudang Bulog Sarolangun saat ini cukup memadai. Namun, percepatan distribusi dan pengelolaan logistik membutuhkan dukungan sarana yang lebih baik agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
Karena itu, Al Haris meminta pemerintah daerah segera memastikan kesiapan lahan untuk pembangunan gudang Bulog permanen di Kabupaten Sarolangun.